Beras Merah untuk Vitamin Diabetes

Beras Merah merupakan sumber Vitamin untuk diabetes yang sangat baik, selain nasi jagung. Beras merah memiliki kekhasan kandungan dan rasa yang sangat cocok untuk makanan untuk orang diabetes, Walau sampai sekarang kita tidak pernah menemukan budi daya beras merah dalam jumlah besar sebagimana beras putih yang terhampar di berbagai lahan pertanian, hal ini mungkin karena jumlah produksi beras merah yang tidak sebanyak beras putih,

Namun hal ini justru menguntungkan karena beras merah hanya di tanam secara terbatas dan biasanya secara organik ( alami tanpa pupuk kimia dan pestisida), dan hanya di tanam secara exclusive oleh petani di daerah pegunungan yang subur dan alami. Beras merah bahkan di kenal sebagai beras untuk makanan para raja-raja di jawa karena exclusivenya.

Beras merah vitamin untuk diabetes

Beras merah merupakan sumber nutrisi dan serat yang baik sebagai Vitamin untuk diabetes karena secara spesifik memiliki keistimewaan kandungan pada bekatulnya ( jawa : katul / ilmiahnya :aleuron) karena mengandung gen yang memproduksi antosianin yang merupakan sumber warna merah atau ungu. Beras merah sudah dikenal sejak tahun 2800 SM. Oleh para pengobat tradisional ( tabib) pada saat itu beras merah ini dipercaya memiliki kandungan obat yang dapat memulihkan kembali rasa tenang dan damai. Banyak penulis di Asia Timur masa dahulu menyatakan bahwa beras merah adalah jenis makanan yang dapat di pakai untuk menyembuhkan berbagai penyakit karena kandungan spesifiknya dan keseimbangan alamiahnya secara organik. Berbagai penelitian pada masa kini, dari para ahli bidang kesehatan telah pula mengkonfirmasi kebenarannya

Anatomi beras

Beras Merah secara biologi terdiri dari 3 bagian utama :

  • Bekatul (aleuron), lapis terluar yang sering kali ikut terbuang dalam proses pemisahan kulit,
  • Biji Beras Utama (endosperma), tempat sebagian besar pati dan protein beras berada, dan
  • Mata Beras (embrio) , yang merupakan calon tanaman baru (dalam beras tidak dapat tumbuh lagi, kecuali dengan bantuan teknik kultur jaringan). Dalam bahasa sehari-hari, embrio disebut sebagai ( mata beras)

Beras merah memiliki kandungan karbohidrat yang   rendah tetapi justru memiliki nilai energi yang lebih tinggi dari beras putih oleh karena itu beras merah sangat baik di pakai sebagi makanan untuk orang diabetes.

Selain itu beras merah lebih kaya protein daripada beras putih, hal ini mungkin disebabkan oleh kandungan tiaminnya yang lebih tinggi dari pada beras putih, Tiamin berfungsi sebagai koenzim berbagai reaksi metabolisme energi, untuk dekarboksilasi oksidatif piruvat menjadi asetil KoA dan memungkinkan masuknya substrat yang dapat dioksidasi ke dalam siklus krebs guna pembentukan energi.

Kekurangan tiamin dalam tubuh bisa mengakibatkan gangguan pada sistem syaraf dan jantung. Gangguan ini bila keadaannya berat kita kenal sebagai beri-beri yakni gejala awalnya di kenal nafsu makan berkurang, gangguan pencernaan, sembelit, mudah lelah, semutan, jantung berdebar, dan refleks berkurang.

Unsur nutrisi penting yang lain dari beras merah diperkirakan juga berpengaruh pada peningkatan energi yakni fosfor ,melalui proses fosforilasi, fosfor mengaktifkan berbagai enzim dan vitamin B dalam pengalihan energi pada metabolisme karbohidrat, protein, dan lemak.

Nutrisi Diabetes yang penting  dari beras merah adalah selenium , Selenium merupakan elemen kelumit (trace element) yang merupakan bagian esensial dari enzim glutation peroksidase. Enzim ini berperan sebagai katalisator dalam pemecahan peroksida menjadi ikatan yang tidak bersifat toksin-peroksida. Toksin-peroksida dapat berubah menjadi radikal bebas yang mampu mengoksidasi asam lemak tidak jenuh dalam membran sel, hingga merusak membran tersebut menyebabkan kanker, dan penyakit degeneratif lainnya. Dalam kecantikan, kandungan Nurisi  selenium dapat mencegah penuaan dini.

Dan hal penting mengapa beras merah sangat baik sebagai Vitamin untuk diabetes adalah karena Beras merah merupakan sumber serat yang sangat baik. Beras merah adalah suatu karbohidrat kompleks yang sehat yang tidak cepat di ubah menjadi gula oleh tubuh dan dapat meningkatkan metabolisme dan membakar lemak.

Share